
Sejarah Tari Ballet
Tarian Balet berasal dari Italia. Tapi pada akhirnya Tarian Balet
lebih terkenal di Perancis. Perancis inilah yang kemudian membesarkan
nama Balet , hingga terkenal di seluruh dunia. Tarian Balet muncul pertama kali di Italia pada abad pertengahan. Tokoh yang pertama kali memperkenalkan Tarian Balet adalah Domenico da
Piacenza , dengan istilah "Ballo". Istilah ini ditemukan pada De Arte
Saltandi et Choreas Ducendi. Sementara itu, karya awalnya disebut
sebagai Balli atau Balleti. Sebutan inilah yang berkembang menjadi kata
Ballet. Dari Italia, Ballet lama - kelamaan terkenal sampai ke negara
Perancis. Raja Louis XIV merupakan tokoh yang mendukung perkembangan
Tarian Balet di Perancis. Hal ini bisa dilihat dari pendirian Academie
Royale de Danse di tahun 1661. Peran Tarian Ballet makin mendapatkan tempat di salah satu jenis
drama , berkat peran Jean Georges Noverre dengan karya nya yang berjudul
Lettres Suur la Danse et Les Ballets pada tahun 1760. Pada Abad ke -19, peran penari Ballet wanita semakin besar di panggung, sehingga Ballet mulai dikenal di negara lain seperti Inggris,
Jerman dan Rusia. Popularitas Tarian Ballet sempat surut akibat perang Dunia I dan II. Bangsa Indonesia mulai mengenal balet dari bangsa Belanda pada masa penjajahan, atau sekitar abad ke -20. Kala itu, perkembangan Tarian Ballet di Indonesia sangat lamban, karena identik dengan tarian bangsa kolonial. Awalnya, penari Ballet banyak yang menggunakan pakaian khas abad
pertengahan, dengan korset dan sepatu. Namun kini, sepatu dan korset
tidak dipakai lagi, dan rambut palsu dan tata rias yang berlebihan tidak
digunakan lagi. Kini, para penari Ballet banyak menggunakan rok Tutu ( untuk
wanita ), stocking, pakaian yang elastis, dan sepatu khusus untuk Ballet
yang disebut dengan Pointe Shoes ( untuk wanita ) dan Soft Shoes ( untuk
penari laki-laki ).
Balet merupakan salat satu jenis tarian modern yang banyak digemari,
mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Bahkan di beberapa tempat
menyelenggarakan kursus balet untuk para penggemarnya. Tidak hanya
melihat gerakannya yang indah, balet ternyata juga mengajarkan beberapa
hal kepada kita. Salah satu ciri khas dari gerakan-gerakan balet
adalah menari dengan menggunakan ujung kaki dan gerakan berputarnya.
Gerakan berputar atau spotting biasanya dilakukan selama beberapa
putaran. Dan ajaibnya, setelah melakukan putaran tersebut, pebalet masih
dapat melanjutkan tariannya dengan sangat baik. Ternyata ada trik
khusus yang dilakukan pada saat spotting, lho. Ketika sedang berputar,
fokuskan pandangan pada satu titik. Sehingga meskipun seluruh tubuhmu
berputar, kamu tidak akan merasa pusing sama sekali. Intinya adalah
fokus.
Ada 3 aliran balet di Indonesia, yaitu:
- Royal Academy of Dance yaitu Gaya teknik balet yang menjadi basis
pendidikan organisasi Royal Academy of Dance ( RAD) merupakan gaya balet
dari Inggris.
- Vaganova yaitu Akademi yang didirikan oleh Agrippina Vaganova ini berlokasi di Saint Petersburg, Rusia.
-Australian Teacher of Dance. Organisasi ini tergolong baru namun banyak menyedot perhatian dunia.
Salah satu penari Ballet/Ballerina terkenal seperti:
*Anna Pavlova
Anna Pavlova adalah seorang Ballerina Rusia yang sangat terkenal. Lahir pada tanggal 12 Februari 1881. Lalu, dengan bantuan Cecchetti (pelatih Ballet Anna Pavlova) ia dipromosikan menjadi balerina pada tahun 1905. Ia menjadi Ballerina solo secara resmi ketika menari The Dying Swan. Koreografi dari tarian tersebut dibuat oleh Mikhail Fokine dan dengan diiringi musik dari Saint-Saens yang berjudul Carnival of the Animals.
- Berikut ini adalah salah satu video latihan Tarian Ballet di Russia yang sangat terkenal yaitu Vaganova Ballet Academy
