Minggu, 22 November 2015

Tari Ballet


 





Sejarah Tari Ballet
Tarian Balet berasal dari Italia. Tapi pada akhirnya Tarian Balet lebih terkenal di Perancis. Perancis inilah yang kemudian membesarkan nama Balet , hingga terkenal di seluruh dunia. Tarian Balet muncul pertama kali di Italia pada abad pertengahan. Tokoh yang pertama kali memperkenalkan Tarian Balet  adalah Domenico da Piacenza , dengan istilah "Ballo". Istilah ini ditemukan pada De Arte Saltandi et Choreas Ducendi. Sementara itu, karya awalnya disebut sebagai Balli atau Balleti. Sebutan inilah yang berkembang menjadi kata Ballet. Dari Italia, Ballet lama - kelamaan terkenal sampai ke negara Perancis. Raja Louis XIV merupakan tokoh yang mendukung perkembangan Tarian Balet di Perancis. Hal ini bisa dilihat dari pendirian Academie Royale de Danse di tahun 1661. Peran Tarian Ballet makin mendapatkan tempat di salah satu jenis drama , berkat peran Jean Georges Noverre dengan karya nya yang berjudul Lettres Suur la Danse et Les Ballets pada tahun 1760. Pada Abad ke -19, peran penari Ballet wanita semakin besar di panggung, sehingga Ballet mulai dikenal di negara lain seperti Inggris, Jerman dan Rusia. Popularitas Tarian Ballet sempat surut akibat perang Dunia I dan II. Bangsa Indonesia mulai mengenal balet dari bangsa Belanda pada masa penjajahan, atau sekitar abad ke -20. Kala itu, perkembangan Tarian Ballet di Indonesia sangat lamban, karena identik dengan tarian bangsa kolonial. Awalnya, penari Ballet banyak yang menggunakan pakaian khas abad pertengahan, dengan korset dan sepatu. Namun kini, sepatu dan korset tidak dipakai lagi, dan rambut palsu dan tata rias yang berlebihan tidak digunakan lagi. Kini, para penari Ballet banyak menggunakan rok Tutu ( untuk wanita ), stocking, pakaian yang elastis, dan sepatu khusus untuk Ballet yang disebut dengan Pointe Shoes ( untuk wanita ) dan Soft Shoes ( untuk penari laki-laki ).
Balet merupakan salat satu jenis tarian modern yang banyak digemari, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Bahkan di beberapa tempat menyelenggarakan kursus balet untuk para penggemarnya. Tidak hanya melihat gerakannya yang indah, balet ternyata juga mengajarkan beberapa hal kepada kita. Salah satu ciri khas dari gerakan-gerakan balet adalah menari dengan menggunakan ujung kaki dan gerakan berputarnya.
Gerakan berputar atau spotting biasanya dilakukan selama beberapa putaran. Dan ajaibnya, setelah melakukan putaran tersebut, pebalet masih dapat melanjutkan tariannya dengan sangat baik. Ternyata ada trik khusus yang dilakukan pada saat spotting, lho. Ketika sedang berputar, fokuskan pandangan pada satu titik. Sehingga meskipun seluruh tubuhmu berputar, kamu tidak akan merasa pusing sama sekali. Intinya adalah fokus.
Ada 3 aliran balet di Indonesia, yaitu:
- Royal Academy of Dance yaitu Gaya teknik balet yang menjadi basis pendidikan organisasi Royal Academy of Dance ( RAD) merupakan gaya balet dari Inggris.
- Vaganova yaitu Akademi yang didirikan oleh Agrippina Vaganova ini berlokasi di Saint Petersburg, Rusia.
-Australian Teacher of Dance. Organisasi  ini tergolong baru namun banyak menyedot perhatian dunia.

Salah satu penari Ballet/Ballerina terkenal seperti:
*Anna Pavlova
     Anna Pavlova adalah seorang Ballerina Rusia yang sangat terkenal. Lahir pada tanggal 12 Februari 1881. Lalu, dengan bantuan Cecchetti (pelatih Ballet Anna Pavlova) ia dipromosikan menjadi balerina pada tahun 1905. Ia menjadi Ballerina solo secara resmi ketika menari The Dying Swan. Koreografi dari tarian tersebut dibuat oleh Mikhail Fokine dan dengan diiringi musik dari Saint-Saens yang berjudul Carnival of the Animals.
 
 




  • Berikut ini adalah salah satu video latihan Tarian Ballet di Russia yang sangat terkenal yaitu Vaganova Ballet Academy
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar